Buatlah Keputusan Yang Benar

oleh: Nilna Iqbal


“Hal kecil yang membuat perbedaan besar sekali … itulah dia, keputusan!”

Tiap hari saya belajar membuat keputusan. Saya semakin menyadari alangkah bahaya sekali jika hidup kita diserahkan begitu saja pada “belenggu rutinitas”.

Kita membiarkan hidup kita mengalir begitu saja, lalu tanpa kita sadari, usia kita sudah bertambah tua. Anak semakin besar, kulit makin keriput, tenaga makin melemah, otak tambah pikun. Bisa jadi sebentar lagi, mati!

Ketika saya menengok ke belakang, berhenti sejenak, merenung, bertafakkur, menghisab diri … alangkah malunya saya dengan “laporan-laporan” yang saya “baca”.

Kinerja amal shaleh saya masih amat sangat sedikit. Pertumbuhan prestasi cenderung menurun. Pertambahan pengetahuan tidak begitu banyak. Ah, memalukan sekali!

Buat saya laporan kehidupan itu penting sekali. Saya jadi “ngeh” ternyata banyak sekali dalam kehidupan masa lalu saya, berbagai hal tidak pernah saya putuskan dengan benar.

Saya membiarkan diri saya berada dalam “pengaruh angin”. Kemana angin kencang, kesana saya terbang. Saya tak mau mengambil sikap. Saya takut menentang angin. Saya cenderung bergerak apa adanya. Saya jadi tersenyum kecut, mungkin saya nggak jauh beda dengan bangkai yang terus dibawa arus gelombang.

Ya! “Hanya ikan yang hidup yang bisa menentang arus!”

***

Ada satu hal yang sering menyebabkan saya “tidak mengambil keputusan secara benar”. Saya membiarkan diri saya berada dalam “tawanan kebiasaan” saya, dalam rutinitas-rutinitas yang secara otomatis-refleks terjadi begitu saja. Akibatnya saya “tidak sadar” bahwa saya telah mengambil keputusan.

Saya kurang awas dengan situasi. Dalam keseharian, sebenarnya sering kita berada dalam situasi pengambilan keputusan. Karena adanya perasaan tidak-penting, biasanya keputusan dan pilihan-pilihan yang kita ambil berlalu begitu saja, umumnya refleks, spontan, otomatis, cepat.

BACA JUGA:  Malam Membelai Dalam Diam

Semakin cepat gerak laju kehidupan kita, semakin banyak keputusan-keputusan instan yang kita lakukan. Umumnya prosesnya sederhana dan pasti sebagian besar “tidak dipikirkan secara mendalam”. Beberapa diantaranya diambil sambil makan pagi, sambil bercengkerama, bahkan sambil menerima telpon.

Tidak masalah memang bila keputusan-keputusan itu tidak mempunyai dampak yang besar. Akan tetapi tidak jarang keputusan-keputusan yang kita ambil sambil makan malam misalnya, bisa memiliki pengaruh bertahun-tahun kemudian, yang baru kita sadari setelah berjalan cukup jauh. Beberapa diantaranya bisa jadi dipengaruhi oleh karakter-karakter kita.

Saya akui, saya punya satu kelemahan yang cukup fatal. Saya adalah seorang koleris sanguinus, menurut pola kepribadian-nya Florence Litteur. Ya, itulah saya. Akibatnya saya mudah sekali membuat keputusan-keputusan secara instant, mendadak, dan kadang tanpa pertimbangan. Apalagi jika koleris saya yang terpancing. Memang saya harus terima kenyataan, banyak keputusan-keputusan saya di masa lalu dipengaruhi sifat saya ini.

Itulah sebabnya saya perlu sekali “belajar membuat keputusan yang saya inginkan”.

Saya tahu kelemahan saya yaitu karakter koleris sanguinis saya sangat dominan saat berada dalam situasi pengambilan keputusan. Saya juga tahu betapa hebatnya dampak sebuah keputusan, apapun itu, dalam arah kehidupan saya. Tentu saya tak boleh asal-asalan. Tentu saja saya tak ingin menyesal dan merasa terpenjara oleh keputusan-keputusan yang telah saya ambil.

admin

www.ArdaDinata.com adalah blog catatan dari seorang penulis merdeka, Arda Dinata yang dikelola secara profesional oleh Arda Publishing House.

2 komentar pada “Buatlah Keputusan Yang Benar

  • 24 Februari 2016 pada 10:05
    Permalink

    Setuju sekali… memang sejatinya kita lah yang bertanggung jawab thd hidup kita sendiri. Karena selalu ada pilihan atas setiap kejadian. Dan butuh kekuatan tekad serta kepatuhan atas prinsip yang kita pegang untuk mengambil keputusan terbaik. Semoga semua keputusan yang kita ambil akan membawa kebaikan dan perbaikan dalam hidup kita. Aamiin…

    Balas
  • 24 Februari 2016 pada 10:06
    Permalink

    Setuju sekali… memang sejatinya kita lah yang bertanggung jawab thd hidup kita sendiri. Karena selalu ada pilihan atas setiap kejadian. Dan butuh kekuatan tekad serta kepatuhan atas prinsip yang kita pegang untuk mengambil keputusan terbaik. Semoga semua keputusan yang kita ambil akan membawa kebaikan dan perbaikan dalam hidup kita. Aamiin…

    Balas

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!