Kerja di Rumah Sakit Kok Penyakitan?

“KERJA DI RUMAH SAKIT (RS) KOK PENYAKITAN?”

Hidup itu penuh warna. Bisa berubah-ubah sesuai ketentuan Tuhan maunya seperti apa. Itulah yang diyakini dan dirasakan Kang Husada. Seperti suasana pagi ini, saat mau kirim tulisan di blog http://www.ardadinata.com/, cuaca terlihat mendung. Padahal hari kemarin dan malam harinya cerah banget cuacanya.

Kemarin, tanpa sengaja Kang Husada juga merasakan warna-warni hidup ini ketika ia membaca yang ditulis temannya pada foto histori medsosnya, “Kerja di RS kok penyakitan?” Tulis temennya pada sebelah foto tumpukan obat-obatan yang sudah didapat dari apotek lewat resep dokter itu.
Terkait warna kehidupan ini, saya pun kemarin mendapat curhatan dari seorang sanitarian di sebuah RS. Sebut saja ia namanya adalah Sehati.
 
“Saya kerja sebagai sanitarian sudah hampir 7 tahun, tapi kenapa ya pak saya belum bisa menikmati setiap pekerjaan saya. Terasa jadi beban. Ingin rasanya menikmati setiap kerjaan yang saya lakukan. Rasanya pekerjaan sanitarian ini tidak sesuai dengan jiwa saya, begitu yang terlintas di pikiran,” demikian curhatan Sehati pada saya sambil…😂…
Lebih jauh, Sehati itu menceritakan, apalagi kalau kondisi sekarang, lingkungan tempat kerjanya itu lagi disorot banget. Banyak audit-nya, disuruh menyiapkan penilaian adipura, proper, dan akreditasi untuk RS. “Apakah faktor rekan kerja juga bisa mendukung ketidaknyamanan ketika bekerja pak?” katanya diakhir curhatannya.
##
 
“Kerja di RS kok penyakitan?” Tentu, banyak faktor sebagai penyebabnya. Namanya juga sebagai tempat berkumpulnya banyak orang sakit. Dengan aneka bibit penyakit yang dibawa sang pasien, tentu kalau tidak hati-hati menjaga personal hygiene dan sanitasi lingkungan bagi petugas di RS itu memiliki banyak peluang tertular penyakit. Mereka yang tadinya sehat bisa jadi penyakitan. Ini sesuatu yang masuk akal. Jadi, berhati-hatilah di RS. “Coba namanya diganti jadi Rumah Sehat? Tentu, tidak terjadi penularan penyakit,” celetuk mulut Kang Husada sekenanya.
Selanjutnya, menanggapi curhatan Sehati tersebut, menurut saya secara umum ada 2 faktor yang menyebabkan orang tidak nyaman bekerja. Pertama, faktor intern dari kita sendiri seperti tidak sesuai pasion, pasangan hidup dan keluarga. Dan kedua, faktor eksternal yaitu lingkungan tempat kerja, kawan kerja dan beban kerja yang berlebih. Jadi, coba deh diurai dan direnungkan secara jujur. Pasti ada jalan keluarnya, demikian saya memberi saran dan menyemangatinya.
Akhirnya, saya teringat kata-kata seorang ustadz saat pengajian. “Nikmati dan syukuri saja hidup ini dengan baik, maka hidup Anda tidak jadi stres dan tertekan,” kata ustadz itu memberi saran ketika ditanya apa filosofinya dalam menyikapi kehidupan ini. (Arda Dinata).***

| www.ArdaDinata.com: | Share, Reference & EducationPeneliti, penulis, dan motivator penulisan di media massa |

Blog: http://www.ardadinata.com/

FB: ARDA DINATA

Twitter: @ardadinata

Instagram: @arda.dinata

BACA JUGA:  Mengenal Karakter Media Massa
Telegram: ardadinata

admin

www.ArdaDinata.com adalah blog catatan dari seorang penulis merdeka, Arda Dinata yang dikelola secara profesional oleh Arda Publishing House.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!