Menjunjung Tinggi Kebebasan

Menjunjung tinggi kebebasan itu sebuah indikator dari sebuah kebijakan dalam kekuasaan. Artinya, rasa aman dalam sebuah komunitas itu dapat dinikmati oleh kelompok minoritas.

ArdaDinata.com. Pada dasarnya, setiap manusia ditakdirkan untuk bersikap bebas dan tidak terbatas. Hanya, kita harus sadar bahwa menjunjung tinggi kebebasan itu dibatasi oleh norma yang ada.

Menjunjung itu berarti mentaati. Menjunjung tinggi dapat dimaknai sebagai memuliakan, menghargai dan mentaati (nasihat, perintah, dan lainnya).

Pada konteks ini, berbicara menjunjung tinggi ini ada tiga makna yang harus dikedepankan. Tiga makna itu, yaitu memuliakan, menghargai dan menaati. Dalam sejarah penggunaan kata ”menjunjung tinggi” ini dapat kita temui dalam salah satu bunyi teks Sumpah Pemuda.

Kenapa para pencetus Sumpah Pemuda itu menggunakan kata menjunjung bukan mengakui? Sungguh ini sebuah pemikiran matang jauh ke depan. Coba saja kita renungkan!

Kata menjunjung bernuansa makna menghormati sekaligus mengaku. Tapi, kata mengaku tidak serta merta bernuansa makna menjunjung dan/atau menghormati. Kata mengaku itu menyentuh aspek batin; apa yang dibatini, diyakini. Sebaliknya, kata menjunjung itu mengacu kepada suatu keharusan sikap yang konkrit.

Menjunjung Tinggi Kebebasan
Rasa aman yang dinikmati oleh kelompok minoritas adalah ukuran apakah sebuah komunitas menjunjung tinggi kebebasan (Sumber foto: pixabay.com/flashbuddy).

Minoritas dan Kebebasan

Berbicara menjunjung tinggi dan kebebasan ini, biasanya sangat kental ketika berdiskusi terkait kaum minoritas yang ada dalam komunitas tertentu. Sebab, ada banyak kasus kaum minoritas menjadi terbatasi kebebasannya.

Padahal, kalau kita mau berpikir jernih, keberadaan kaum minoritas itu adalah suatu keniscayaan dalam sebuah komunitas. Untuk itu, ada ungkapan dari Lord Acton, yang sangat pas disampaikan terkait bagaimana menjunjung tinggi kebebasan dalam hidup berkomunitas itu.

admin

www.ArdaDinata.com adalah blog catatan dari seorang penulis merdeka, Arda Dinata yang dikelola secara profesional oleh Arda Publishing House.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!