Inspirasi

Memaknai Musibah dalam Hidup

Hidup ini haruslah kita posisikan dengan kaca mata hikmah. Artinya, ia senantiasa akan menganggap segala peristiwa dan kejadian yang menimpa manusia adalah semata-mata atas ketetapan Allah Swt. Begitu juga dengan terjadinya musibah, tentu berdasarkan ketetapan-Nya, lagi tidak sia-sia. Sebab, segala kejadian di jagat raya ini tidak ada yang tanpa sengaja. Semuanya serba diperhitungkan, teliti dan mempunyai tujuan tertentu.

Oleh: Arda Dinata

Lalu, mengapa musibah itu menimpa seseorang? Musibah datang, tentu itu jelas-jelas takdir Allah. Dengan musibah tersebut, Allah memiliki tujuan-tujuan tertentu, yang hendaknya kita mampu mentafakurinya. Musibah juga terjadi karena kelalaian manusia itu sendiri (human error). Yakni berupa perilaku melenceng dari ajaran tauhid (Islam). Dan musibah datang disebabkan oleh amanat yang telah disia-siakan serta banyak manusia telah meninggalkan para ulama dalam mencermati kehidupan ini.

Agar setiap musibah (misalnya banjir, longsor, kelaparan, kematian, dll.) dapat kita maknai secara benar, berikut ini ada beberapa posisi musibah dalam hidup yang harus kita sadarinya.

Musibah sebagai Bencana

Bencana itu terjadi, jelas disebabkan atas hukum sebab akibat. Adanya musibah yang menimpa seseorang dapat kita posisikan sebagai bencana, manakala terjadinya musibah itu secara lahiriah benar-benar disebabkan oleh perbuatan manusia berupa mendustakan ayat-ayat-Nya dan perilaku dzalim terhadap makhluk lainnya.

Allah berfirman dalam QS. Al-A’raaf: 96, “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbutannya.”

Yang jelas, posisi musibah sebagai bencana itu, semata-mata dipicu oleh perbuatan manusia itu sendiri. Allah berfirman “Dan musibah apa saja yang menimpa kamu adalah disebabkan oleh ulah tanganmu sendiri.” (QS. Asy-Syura’: 30).

BACA JUGA:  Alquran Menjawab Keluhan Anda

Musibah sebagai Penghapus Dosa

Keberadaan musibah dalam hidup ini, bagi seorang mukmin ternyata dapat menjadi penebus dosa baginya. Tentu, hal ini didasari oleh kesadaran diri atas perbutan dan kekuatan imannya. Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya dalam tiap musibah yang menimpa orang Islam ada kaffarah walaupun duri yang mengenainya atau kecelakaan yang menimpanya.” (HR. Muslim).

admin

www.ArdaDinata.com adalah blog catatan dari seorang penulis merdeka, Arda Dinata yang dikelola secara profesional oleh Arda Publishing House.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!