Berselimut Doa Kemesraan di Ujung Ramadhan - www.ArdaDinata.com
Renungan Hikmah

Berselimut Doa Kemesraan di Ujung Ramadhan

بِسْمِ اللهِ الرَّحْمنِ الرَّحِيمِِ

Sahabat….

Tak lama lagi kita akan berpisah dengan ramadhan..

Laksana bahtera, kini ia perlahan mulai mengangkat jangkarnya dan bersiap untuk berlayar..

11 bulan lamanya dia akan berlayar…

Untuk kemudian berlabuh di hati-hati orang-orang yang beriman..

Ibarat sang surya, perlahan ia mulai tenggelam bersama mega merah di ujung ufuk..

Yang jelas ia masih disini…

Dia belum berlayar ataupun tenggelam..

Untukmu yang selama ini telah mengisi hari-harinya dengan beragam kebaikan, maka sempurnakan amalmu disisa waktu yang ada.

Namun bila sebaliknya, maka perbaikilah amalanmu sebelum ia pergi berlalu…

Ingat…. amalan itu dinilai pada akhirnya.

DI dalam kitab Jâmi’u Al ulum wal hikam Ibnu Rajab menukilkan sebuah kisah yang diriwayatkan oleh Abu Nuaim -rahimahullah-. Beliau mengisahkan:

Suatu kali Fudhail bin Iyadh pernah bertemu dengan seseorang. Beliau lantas bertanya padanya:

“Berapa umur anda?”.

“Enam puluh tahun”, jawab laki-laki itu.

“Kalau begitu sejak enam puluh tahun yang lalu anda sudah berjalan menuju Allah,  dan perjalananmu hampir saja tiba.”

  “Innâ lillâhi wa innâ ilaihi râji’ûn”, ujar lelaki itu.

“Apakah anda tahu maknanya?” Tanya Fudhail.

Lelaki itu menjawab: “ya, saya tahu. Saya adalah hamba Allah dan hanya kepada-Nya saya akan kembali.”

Fudhail lalu menasehatinya:
ﻳﺎ ﺃﺧﻲ، ﻣﻦ ﻋﺮﻑ ﺃﻧﻪ ﻟﻠﻪ ﻋﺒﺪ، ﻭأنه ﺇﻟﻴﻪ ﺭﺍﺟﻊ، ﻓﻠﻴﻌﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻣﻮﻗﻮﻑ ﺑﻴﻦ ﻳﺪﻳﻪ، ﻓﻠﻴﻌﻠﻢ ﺍﻧﻪ ﻣﺴﺌﻮﻝ، وﻣﻦ ﻋﻠﻢ ﺃﻧﻪ مسئول ﻓﻠﻴﻌﺪ ﻟﻠﺴﺆﺍﻝ
 ﺟﻮﺍﺑﺎ”

“Wahai saudaraku…

Barangsiapa yang menyadari bahwa dirinya adalah hamba Allah dan hanya kepada-Nya ia kembali, hendaknya dia juga menyadari bahwa dia akan berdiri di hadapan-Nya dan akan ditanya (oleh-Nya). Dan barangsiapa yang menyadari bahwa dirinya akan ditanya maka hendaknya ia mempersiapkan jawaban untuk pertanyaan tersebut.”

BACA JUGA:  Buku Antologi Tentang Sahabat: Dear Friend

Laki-laki itu pun menangis lantas bertanya kepada Fudhail: “lalu apa yang harus aku perbuat?”

“Mudah”, jawab Fudhail.

admin

www.ArdaDinata.com adalah blog catatan dari seorang penulis merdeka, Arda Dinata yang dikelola secara profesional oleh Arda Publishing House.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!