Inspirasi

Pastikan Kita Masuk “Surga”!

DARI Abu Hurairah r.a. bahwasannya Rasulullah bersabda kepada umat yang sedang mengelilinginya, “Pastikanlah kamu melaksanakan enam hal, aku pastikan kamu masuk surga!” Abu Hurairah bertanya kepada Nabi, “Apa-apa saja (yang enam tersebut), wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab, “Shalat, zakat, amanah, kehormatan, perut, lidah.” (HR. Ath-Thabrani).

Oleh: Arda Dinata

Hadis tersebut sangat inspiratif dalam mengarahkan manusia dalam mencapai kehidupan yang surgawi. Artinya kata “jannah” –surga– tidaklah terbatas pada makna konotasi surga di akhirat saja. Tapi, ia lebih merupakan simbol dari segala kenikmatan, baik di dunia maupun akhirat.

Hal senada diakui Dr. H. Muslim Nasution, pencapaian surga itu tidaklah terbatas pada pencapaian surga dalam arti di akhirat saja, tetapi juga pencapaian surga dalam arti dimensi duniawi. Yakni kebahagiaan dunia, ketenangan, kedamaian, kesuksesan dan lainnya. Sehingga bila surga di akhirat bisa diperoleh, mengapa surga di dunia tak bisa diperoleh?

Setiap orang pasti ingin bahagia. Namun, adakalanya orang berjalan hanya mengikuti nafsunya semata-mata tanpa memperdulikan aturan-aturan yang telah ditetapkan-Nya. Dan kebahagiaan itu, janganlah diposisikan dalam kaca mata manusia. Sebab, kebahagiaan yang hakiki hanyalah milik Allah SWT., sehingga kebahagiaan inilah yang harus umat Islam gapai.

Adapun langkah pertama yang perlu dilakukan untuk masuk surga (baca: menuju bahagia) ialah melaksanakan shalat. Makna shalat ini bila kita pahami dengan baik, sungguh amat dalam nilai yang dikandungnya. Shalat, selain berdimensi ibadah ritual dengan nilai pahala kemuliaan, juga berdimensi sosial-kemanusiaan. Dalam konteks hidup manusia, shalat juga dapat menghindarkan seseorang dari perbuatan-perbuatan negatif. Sehingga, pantas saja ketika seseorang meninggal dunia, pemeriksaan amal perbuatan yang pertama dinilai adalah amalan shalatnya.

“Sesungguhnya, pekerjaan seorang hamba Allah, yang paling pertama diperiksa pada hari kiamat adalah shalatnya. Jika shalatnya baik, bahagia dan sukseslah dia. Apabila shalatnya rusak, hancur dan rugilah dia …” (HR. At-Tirmidzi).

BACA JUGA:  Selamat Hari Keberkahan

Langkah lain menuju kebahagiaan ialah membayar zakat dan melaksanakan amanah/amanat. Membayar zakat (zakat mal dan fitrah) merupakan rukun Islam yang harus dilaksanakan bila telah mencukupi syarat-syaratnya. Pelaksanaan zakat, menurut Muslim Nasution, berarti memberi sejumlah harta atau benda kepada orang-orang tertentu yang pada umumnya dikategorikan orang-orang yang memerlukan bantuan finansial dan materi.

Dalam ajaran Islam, harta yang kita miliki bukanlah milik kita secara hakiki. Namun, harta itu merupakan amanat dari Allah SWT. Lebih dari itu, di dalam harta yang dimiliki seorang muslim terdapat sejumlah hak orang lain. Hak itulah yang kemudian direalisasikan dalam bentuk zakat, infak dan sedekah.

admin

www.ArdaDinata.com adalah blog catatan dari seorang penulis merdeka, Arda Dinata yang dikelola secara profesional oleh Arda Publishing House.

Tinggalkan Balasan

A Group Member of:
Toko SosmedToko SosmedToko SosmedWWW.ARDADINATA.COMWWW.ARDADINATA.COMInSanitarianMIQRA INDONESIA


error: Content is protected !!