Uncategorized

Untuk Apa Kita Berlatih “Free Writing”?

Pak Hernowo, saya kesulitan untuk memulai menulis.

Pak Hernowo, begitu saya sudah memulai menulis dan lancar hingga mendapatkan tulisan sebanyak kira-kira satu halaman lebih, eh tiba-tiba saya kehabisan kata-kata. Macet. Saya tidak tahu lagi mau menulis apa. Bagaimana mengatasi hal ini?

oleh: Hernowo

Pak Hernowo, saya merasa sudah memiliki ide dan di kepala saya rasa-rasanya sudah ada bahan yang tersedia untuk saya tuliskan. Tetapi, begitu saya membuka laptop, saya tidak dapat menulis apa pun. Saya kebingungan mau menuliskan apa.

Pak Hernowo, bagaimana saya dapat memiliki keterampilan dalam merangkai kalimat?

Pak Hernowo, bagaimana caranya agar saya mudah mengalirkan kata-kata serta rangkaian kata dan kalimat saya kemudian enak dibaca?

Pak Hernowo, kata bapak menulis itu terkait dengan pikiran. Bagaimana agar pikiran saya “berisi” dan mudah saya ungkapkan (tuliskan)?

Pak Hernowo, apa yang perlu saya lakukan agar saya tidak tertekan dalam mengerjakan tugas menulis? Bagaimana membuat diri saya nyaman dan senang serta bergairah menulis?

Dahulu, sebelum mengenal free writing—lebih tepatnya sebelum saya mempraktikkan free writing secara maraton—berbagai pertanyaan tersebut saya jawab dengan berteori ke sana-kemari. 

Saat ini, saya akan menjawabnya dengan menunjukkan praktik free writing. Tepatnya, praktik menulis bebas selama sepuluh menit setiap hari. 

Hanya dengan menjalankan praktik menulis bebaslah berbagai persoalan menulis ada kemungkinan dapat disingkirkan. Memang, cara mengatasinya tidak segera dan instan. Perlu waktu dan proses. 

Hanya, saya ingin menjamin bahwa praktik free writing dapat membantu diri kita dalam mengatasi masalah atau hambatan menulis.

Sekali lagi, praktik free writing ini hanya memerlukan waktu sepuluh menit setiap hari. Inti free writing hanyalah “membuang” pikiran tanpa memedulikan hasil yang ditulis. Yang dipentingkan adalah proses menulisnya. 

BACA JUGA:  Resep Islami Menjaga Kebersihan Lahir Batin

Tepatnya, merasakan proses dan mengalami apa saja yang muncul ketika kita berpraktik free writing. 

Nah, agar praktik free writing itu efektif, sebaiknya si pelaku free writing—setelah selesai berpraktik—merekam apa yang dialami dan dirasakan dalam bentuk tertulis.

admin

www.ArdaDinata.com adalah blog catatan dari seorang penulis merdeka, Arda Dinata yang dikelola secara profesional oleh Arda Publishing House.

One thought on “Untuk Apa Kita Berlatih “Free Writing”?

  • Benar Kang… baru mulai minggu kemaren saya membiasakan teknik ini. Tapi hasilnya lumayan menakjubkan, udah ada 5 artikel bebas, sebagai bukti manfaat free writing. Makasih ya…

    Balas

Tinggalkan Balasan

A Group Member of:
Toko SosmedToko SosmedToko SosmedWWW.ARDADINATA.COMWWW.ARDADINATA.COMInSanitarianMIQRA INDONESIA


error: Content is protected !!