Inspirasi

Mengatasi Anak yang Marah

Kemarahan anak, biasanya dipicu oleh adanya pembatasan gerak, beban yang terlalu berat dan di luar kemampuan anak, penjauhan anak dari sesuatu yang disukainya, atau pemaksaan kepada anak untuk mengikuti tradisi atau sistem yang ditetapkan.

Oleh: Arda Dinata

Menurut Heman Elia, seorang psikolog, menuntut agar anak tidak marah bukan saja tidak realistis, namun juga kurang sehat. Anak yang kurang mampu memperlihatkan rasa marah dapat menderita cacat cukup serius dalam hubungan sosialnya kelak. Ia mungkin tampak seolah tidak memiliki daya tahan atau kekuatan untuk membela diri dalam menghadapi tekanan sosial. Akibatnya, ia mudah terpengaruh dan mudah menjadi obyek manipulasi orang lain.

Di sini, kita harus bersikap bijaksana dalam menyikapi kemarahan seorang anak. Caranya dengan membantu anak untuk menyatakan kemarahan secara wajar dan proposional dalam bentuk verbal. Untuk itu, Jaudah Muhammad Awwad, dalam Mendidik Anak Secara Islam, menyarankan ada beberapa hal yang patut kita perhatikan dalam mengatasi kemarahan yang timbul pada anak-anak, diantaranya:

1.   Tidak membebani anak dengan tugas yang melebihi kemampuannya. Kalaupun tugas itu banyak atau pekerjaan yang diluar kemampuannya itu harus diberikan, kita harus memberikannya secara bertahap dan berupaya agar anak menerimanya dengan senang.

BACA JUGA:  PAUD: Wadah Mengelola Masa Keemasan Anak

admin

www.ArdaDinata.com adalah blog catatan dari seorang penulis merdeka, Arda Dinata yang dikelola secara profesional oleh Arda Publishing House.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!