Inspirasi

Menjemput Rejeki: Berpikir, Bertindak dan Berdoa

ALLAH SWT telah mendesain kehidupan ini sedemikian rupa, tidak lain agar manusia dapat mengambil pelajaran dari setiap episode hidup di dunia ini.

Oleh: Arda Dinata

Demikian pula dengan persoalan rejeki. Setiap manusia, hendaknya secara cermat mampu menjemput rejeki yang telah disebarkan Allah di muka bumi sesuai kehendak-Nya.

Berikut ini, adalah pengalaman saya dalam merajut jemputan rejeki pada masa-masa kuliah hingga sekarang. Ceritanya, pada tahun 1992 saya mulai kuliah di Bandung adalah sebatang kara (baca: merantau —tidak ada sanak famili—). Karenanya, biaya hidup dan kelancaran biaya kuliah pada waktu itu hanya mengandalkan dari datangnya kiriman orang tua di Indramayu.

Awal-awal kuliah, kiriman dari orang tua masih lancar. Namun, menginjak tahun kedua, ternyata kiriman dari orang tua pun mulai sering telat (karena keterbatasan pendapatan orang tua, salah satu faktornya).

Saya berpikir dan meyakini, ini semua adalah jelas-jelas skenario dari Allah. Akhirnya, dengan kejadian itu, saya mulai berpikir. Bagaimana caranya agar saya bisa membantu orang tua dan menolong diri sendiri dalam segi biaya hidup.

Waktu itu, saya berpikir, apa pun pekerjaan itu —asalkan halal dan tidak mengganggu aktivitas kuliah—, yang penting mendatangkan rejeki (baca: uang), saya mau melakukannya.

BACA JUGA:  Janji dan Takaran Kehormatan Manusia

admin

www.ArdaDinata.com adalah blog catatan dari seorang penulis merdeka, Arda Dinata yang dikelola secara profesional oleh Arda Publishing House.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!