Menulis Itu Perlu Proses - www.ArdaDinata.com
Belajar MenulisTips Trik Menulis

Menulis Itu Perlu Proses

Menulis merupakan salah satu bentuk komunikasi. Kita dapat mengomunikasikan apa saja yang ada dalam pikiran kita ke dalam tulisan. Bisa jadi kita sedang berdialog dengan diri sendiri dan bisa pula kita sedang mengeksplore apa yang ada dalam pemikiran kita. Dengan menuliskannya, kita dapat mengomunikasikan pemikiran kita pada orang lain di berbagai tempat dan pada masa yang berbeda. Bahkan sampai meninggal pun, pemikiran itu akan tetap dapat dibaca oleh orang lain jika dituliskan dalam bentuk buku dan disebarluaskan.”

Bismillahirrahmanirrahim

Seminar Online Grup Guru Dahsyat Nusantara Angkatan 18
Kamis , 7 September 2017
Narasumber : Ibu Nurus Samawati Annisa, S. Pd
Tema. : Menulis Buku Berjamaah
Selamat mengikuti seminar…😃
Assalamualaikum war wab
Alhamdulillah kita masih diberi kesempatan untuk melaksanakan seminar tentang kepenulisan dalam keadaan sehat walafiat.
Tema kali ini tentang Menulis Itu Perlu Proses
Menulis merupakan salah satu bentuk komunikasi. Kita dapat mengomunikasikan apa saja yang ada dalam pikiran kita ke dalam tulisan. Bisa jadi kita sedang berdialog dengan diri sendiri dan bisa pula kita sedang mengeksplore apa yang ada dalam pemikiran kita. Dengan menuliskannya, kita dapat mengomunikasikan pemikiran kita pada orang lain di berbagai tempat dan pada masa yang berbeda. Bahkan sampai meninggal pun, pemikiran itu akan tetap dapat dibaca oleh orang lain jika dituliskan dalam bentuk buku dan disebarluaskan.
Menulis itu memerlukan proses. Tulisan yang bagus terkadang tidak langsung jadi. Terkadang memerlukan proses yang sangat panjang, memerlukan riset, dan menguras waktu serta tenaga. Jadi ketika memulai menulis, nikmati prosesnya. Mulailah membuat rancangan, mencari sumber bacaan yang tepat, menulis, kemudian merevisinya hingga menjadi buku yang menarik.
Kebanyakan kita terlalu berpikir hal yang hebat dan besar. Kita berusaha menulis hal yang hebat dan besar tersebut sehingga kesulitan menuliskannya. Padahal, hal yang hebat dan besar itu awalnya juga kecil dan biasa. Harusnya kita memulai dengan menulis hal yang mudah dan akrab dengan kita.
Proses menulis buku pasti akan mengalami banyak rintangan dan halangan bisa dari diri sendiri, orang lain, atau juga lingkungan. Jangan berhenti, teruslah berusaha hingga terselesaikan buku yang sudah direncanakan.
Kita harus yakin bahwa segalanya adalah mungkin buat orang yang bersungguh-sungguh. Jika kita sungguh-sungguh dan yakin, menulis buku dan menerbitkannya bukanlah hal yang mustahil lagi.
Dalam berproses, kesabaran juga diperlukan dalam menulis buku. Buku tidak mungkin langsung jadi dalam sekejab. Setiap hari kita harus telaten menuliskan gagasan dalam bentuk paragraf-paragraf sehingga tersusunlah berlembar-lembar tulisan. Setelah tersusun pun, kita upayakan untuk membaca kembali sambil melakukan pengeditan. Dengan begitu gagasan tersebut lebih sitematik, terarah, dan mudah dipahami.
Mungkin di awal menulis, tulisan kita akan terasa kurang menarik atau terasa kaku, atau justru tidak dilirik orang. Tetaplah menulis, karena itu juga prosesnya. Semakin sering kita menulis, perlahan namun pasti, tulisan kita akan semakin baik dan semakin mengalir gagasan-gagasannya.
Kemampuan dan keterampilan sangat berpengaruh pada proses menulis. Semakin banyak kemampuan dan keterampilan yang kita kuasai maka proses menulis itu terasa lebih   ringan.
Singkirkan Alasan yang Menghambat

BACA JUGA:  Menggapai Nasionalisme Religius Pemuda
Dalam kenyataannya masih banyak guru yang beralasan, “Saya tidak bisa menulis buku”, “Saya tidak sempat menulis buku”, atau “Saya tidak ahli menulis buku”. Sejatinya tidak ada yang sempurna di dunia ini. Jika tidak mencoba, bagaimana kita tahu kalau tidak bisa dan tidak ahli. Jika kurang sempurna, kita bisa memperbaikinya nanti.
Alasan yang paling sering didengar adalah tidak sempat atau tidak memiliki waktu luang karena kemampuan itu sebenarnya sudah ada. Kesempatan akan ada kalau kita meluangkan sedikit atau sebagian waktu yang dimiliki. Kuncinya ada pada niat dan perhatian. Jika sudah diniatkan untuk menulis buku dan memberikan perhatian bahwa hal ini adalah penting maka kita akan berusaha meluangkan waktu untuk itu. Carilah waktu senggang, jika senggangnya malam maka luangkan sedikit waktu senggang itu untuk menulis. Jika senggangnya pagi maka luangkan sedikit waktu itu untuk menulis. Buang jauh-jauh alasan yang menghambat itu jika ingin menulis buku.
Pentingnya Percaya Diri
Mungkin diantara para guru masih ada yang merasa belum percaya diri untuk menulis buku karena belum mengetahui cara menuangkan ide menjadi sebuah buku dan masih bingung tahapan apa yang harus dilalui. Oleh karena itu kepercayaan diri itu perlu ditumbuhkembangkan sehingga semangat yang sudah membara untuk menulis buku tetap terjaga.
Bagaimana menumbuhkan rasa percaya diri dalam menulis buku? Sebenarnya rasa ini harus ditumbuhkan dari diri sendiri. Alasan mengapa harus menulis buku yang sudah ditulis sebelumnya akan membantu kita lebih percaya diri. Kita juga harus belajar memahami diri. Apa yang membuat kita kurang percaya diri? Apa karena kemampuan menuangkan gagasan dalam paragraf yang kurang atau karena tulisan kita yang belum sesuai ejaan dan tanda baca? Atau karena hal lain.
Jika sudah diketahui alasannya segera cari solusinya. Jika alasannya seputar kemampuan menuangkan ide, gagasan, dan penggunaan ejaan dan tanda baca berarti kita harus segera belajar tentang itu. Banyak membaca buku sebenarnya juga akan membantu kita memahami bagaimana cara menuangkan ide yang menarik dan bagaimana menggunakan ejaan dan tanda baca yang benar. Menulis sambil belajar itu bisa kita lakukan dalam waktu bersamaan. Sehingga kita tidak perlu menunda untuk menulis. Apapun ide yang muncul segera tuliskan tanpa berpikir ini salah, itu salah, atau terlalu berbelit-belit. Jika alasannya karena malu, khawatir, atau takut salah, maka solusinya adalah menumbuhkan kemauan dari diri sendiri untuk berubah lebih baik.
Apakah tulisan kita sudah pantas untuk dijadikan sebuah buku? Pertanyaan itu yang terkadang juga membuat kita belum percaya diri untuk menyusun sebuah buku. Jika belum dicoba bagaimana kita bisa tahu tulisan kita pantas atau tidak untuk dibukukan.
Menumbuhkan rasa percaya diri itu sangat penting dalam menulis buku. Caranya bagaimana? Tentu saja dengan belajar, mengikuti pelatihan, mengikuti grup-grup kepenulisan, mengikuti event-event lomba menulis baik yang diadakan oleh penerbit atau lembaga yang lain.
Jika masih belum percaya diri padahal sudah belajar dan mengikuti berbagai pelatihan, berarti faktor penyebabnya bisa dari diri sendiri. Mungkin beberapa penyebabnya karena tidak adanya keberanian, perasaan takut dibilang bahwa tulisan kita jelek, takut ditolak penerbit, dan menganggap tidak memiliki ide cemerlang. Oleh karena itu, kita harus berani menuliskan ide/gagasan yang ada dalam pikiran kita, melawan perasaan takut dibilang bahwa tulisan kita jelek, melawan rasa takut kalau tulisan kita akan ditolak penerbit, dan menghilangkan anggapan bahwa kita tidak memiliki ide.
Camkan dalam diri kita kalimat-kalimat berikut!
“Saya bisa.” 
“Ini mudah.” 
“Saya bisa menuliskannya dengan baik.” 
“Setiap orang pasti memiliki ide, termasuk saya.”
“Saya akan menulis.”
“Saya siap menulis.”
Jadi percaya diri itu sangat penting. Tanpa percaya diri, mustahil kita akan melahirkan tulisan. Dengan percaya diri, kita akan berusaha untuk memaksakan diri untuk segera menulis.
Lakukan Dengan Senang 
Apapun pekerjaan yang kita lakukan, jika kita melakukannya dengan senang dan gembira maka pekerjaan itu terasa ringan dan mudah. Begitu pula dengan menulis buku, jika kita menulis dengan senang maka prosesnya akan terasa ringan dan tanpa beban.
Terkadang menulis buku masih terasa berat karena memerlukan waktu, tenaga, dan perhatian khusus. Kita harus menyadari bahwa memulai sesuatu itu terkadang memang terasa berat. Namun jika melakukannya dengan senang, perasaan berat tadi akan terbayarkan dengan bukti nyata karya yang dihasilkan.

admin

www.ArdaDinata.com adalah blog catatan dari seorang penulis merdeka, Arda Dinata yang dikelola secara profesional oleh Arda Publishing House.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!