Inspirasi

Pendidikan Seks Sebagai Penghalau Deviasi Seksual

DEWASA ini, hampir setiap hari kita disuguhkan pada kenyataan hidup yang mencolok tentang berbagai masalah berhubungan dengan seks, misalnya perkosaan, keperawanan, kehamilan di luar perkawinan, impotensi, frigiditas, dan sejenisnya.

Oleh: Arda Dinata

Selain itu, seks pun telah menjadi lahan eksploitasi dalam sektor komoditi dan hiburan. Eksploitasi seks ini seperti tidak ada batasnya yang jelas. Oleh karena itu, untuk memahami dan menghayati kecenderungan-kecenderungan seks yang berkembang dalam masyarakat, menurut dr. Nina Surtiretna, setidak-tidaknya diperlukan tiga hal, yaitu: (1) kemauan dan kejujuran untuk membicarakan masalah seks tanpa rasa malu atau memalukan; (2) pengetahuan dasar tentang seks dan kelainan seks yang umum; dan (3) turut menunjang penelitian dalam bidang seksologi.

Sejalan dengan itu, patut direnungkan apa yang dinyatakan Prof. Dr. Hassan Hathout —Profesor obstetri dan ginekologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Kuwait–, bahwa fakta-fakta tentang seks harus diajarkan kepada anak-anak dengan cara yang sesuai dengan pertumbuhan usia mereka, baik oleh keluarga maupun sekolah. Kami menekankan ini harus dilakukan dalam konteks ideologi Islam dan ajaran Islam yang menyeluruh (kaffah), agar para remaja –di samping mendapatkan pengetahuan psikologis yang benar— menjadi sadar sepenuhnya atas kesucian hubungan seksual dalam Islam; dosa besar jika menodai kesuciannya, baik menurut hukum Islam maupun –jauh lebih utama—dalam pandangan Allah.

Oleh karena itu, orang tua perlu mengetahui tentang pendidikan seks dari ahlinya. Islam sendiri dalam banyak dalilnya mengharuskan orang tua berterus terang mengajar anaknya mengenai masalah seks dan “keinginan batiniah”. Sehingga jadikanlah Alquran sebagai `medium’ pendidikan seks terbaik bagi orang tua dan anak-anaknya (baca: QS. Al Mu’minuun [23]: 5,6,7,12,13; QS. Al Baqarah [2]: 187; QS. Al Ahqaaf [46]: 15; QS. Al A’raaf [7]: 80-81; dan QS. Al Israa’ [17]: 32).

BACA JUGA:  Zakat Dalam Mengatasi Kemiskinan

Dalam hal ini, Endok Sempo Mohd Tahir dalam Pendidikan Seks Tidak Menyalahi Agama, menyebutkan bahwa pendidikan seks kepada anak-anak dalam perspektif Islam seharusnya melalui tiga tahap sesuai dengan peringkat perkembangan anak.

Pertama, tahap tamyiz (mumayiz), usia 7-10 tahun.

admin

www.ArdaDinata.com adalah blog catatan dari seorang penulis merdeka, Arda Dinata yang dikelola secara profesional oleh Arda Publishing House.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!