Perasaan Baik Lebih Berharga Dari Kecantikan - www.ArdaDinata.com
KeluargaMotivasiRenungan Hikmah

Perasaan Baik Lebih Berharga Dari Kecantikan

“Perasaan baik itu cantik mempesona. Kecantikan bikin jiwa tertarik. Auranya penuh pesona. Bikin gairah hidup terus membara. Lahir bathin manusia setia mensyukurinya. Bikin hidup lebih muda dengan perhiasan kebaikan. Perasaan baik itu memelihara diri, bersyukur, sabar, tawadhu, santun, rendah hati, tidak riya dan penuh kekhusyuan.” (Arda Dinata). 

Toko Sosmed
PUSAT EBOOK: KESLING-MOTIVASI-PENGEMBANGAN DIRI-
Miliki Ebook Inspiratif Karya Arda Dinata Di Sini!

Perasaan Baik Lebih Berharga Dari Kecantikan

Oleh: Arda Dinata
Kecantikan itu, bikin orang terlihat awet muda. Itulah, sebabnya bicara kecantikan akan selalu menghiasi pikiran tiap wanita muda. Itu suatu naluriah sebagai seorang wanita. Dan kecantikan itu, pastinya bikin mempesona para pria dewasa.
 
Dunia itu perhiasan. Dan kehidupan dunia itu, sungguh merupakan pancaran kesenangan yang bersifat sementara. Keberadaan perhiasan maupun kesenangan itu memiliki karakter yang dapat melalaikan manusia. Untuk itu, berhati-hatilah terhadap keberadaan dan tipu dayanya.
 
Secara bahasa, perhiasan diartikan sebagai sebuah benda yang digunakan untuk merias atau mempercantik diri. Perhiasan biasanya terbuat dari emas ataupun perak dan terdiri dari berbagai macam bentuk, mulai dari cincin, kalung, gelang, liontin dan lain-lain. Itulah aksesoris perhiasan secara fisik.
 
Padahal ada perhiasan yang tidak hanya membikin cantik lahir saja, tapi ia membuat seseorang terlihat cantik lahir dan batin serta awet muda. Kecantikan model ini, tentu tidak hanya keinginan wanita. Para pria pun, berharap awet muda dan ketampanannya terpancar secara lahir batin. Pertanyaannya, perhiasan macam apakah itu?
 
Terkait itu, ketika ditanya mengapa ia tampak muda meski hidupnya sukar, Ibu Teresa menjawab, “Terkadang perasaan baik dari dalam lebih berharga daripada seorang ahli kecantikan.”
 
Yup, benar pisan! Perasaan baik memberi cahaya pada aura kecantikan wajahnya. Wajah alami nan penuh pesona. Tatapan matanya mendebarkan isi hati. Tutur katanya sopan dan penuh inspirasi. Perilaku akhlak dan pikirannya memberi aura kecerdasan akal budi. Itulah perhiasan yang melahirkan kecantikan sejati. 

WWW.ARDADINATA.COM
Perasaan baik dari dalam diri itu sebagai perhiasan dan mahkota terindah yang layak dimiliki tiap manusia. Perasaan baik dari dalam diri akan mempengaruhi jiwa dan pikiran manusia. Dari sinilah akan lahir rasa malu dalam pola pikirnya.
Islam menggambarkan, wujud adanya rasa malu itu bagaikan sebuah permata yang disimpan dalam sebuah bejana bening. Jelas-jelas mempesona, terlihat dan terpancar keindahannya. Bagi Anda yang memakai perhiasan rasa malu ini akan terlihat lebih indah dan memukau mata yang memandangnya.
Rasulullah Saw. berkata, “Tidak ada sifat keji yang melekat pada sesuatu, kecuali ia akan memperburuknya. Tidak ada rasa malu yang melekat pada sesuatu, kecuali ia akan menghiasinya.” Begitu isi yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik ra.
Bagaimana indikator rasa malu ini dapat mewujudkan dan menjaga utuhnya perasaan baik dalam diri seseorang? Cara sederhana dan paling mudah adalah dengan mengkonsulkan adanya rasa malu ini kepada hati nurani. Artinya, setiap kali ada masalah atau akan melakukan suatu perbuatan yang kadangkala kita ada keragu-raguan, maka sebelum melakukannya coba tanyakan langsung kepada hati nurani kita masing-masing. Sebab, hati nurani itu jujur.
Jagalah selalu perasaan baik itu agar hidupmu penuh dengan kecantikan dan terlihat lebih muda. Untuk itu, ada pesan dari Abu Bakar Ash-Shiddiq ra berikut ini:
“Ada delapan perkara yang merupakan perhiasan bagi delapan perkara lainnya, yaitu: Pertama, memilihara diri dari meminta merupakan perhiasan bagi kefakiran; 
 
Kedua, bersyukur kepada Allah merupakan perhiasan bagi nikmat yang telah diberikan-Nya; 
 
Ketiga, sabar adalah perhiasan bagi musibah;
 
Keempat, tawadhu adalah perhiasan bagi (kemuliaan) nasab;
 
Kelima, santun adalah perhiasan bagi ilmu;
 
Keenam, rendah hati adalah perhiasan bagi seorang pelajar;
 
Ketujuh, tidak menyebut-nyebut pemberian merupakan perhiasan bagi kebaikan;
 
Kedelapan, khusyu adalah perhiasan bagi sholat.”
Itulah delapan perhiasan yang akan menjaga perasaan baik selalu tumbuh dan bermesraan dengan hidup Anda, sehingga kecantikan pun setia melekat dalam tubuh kita.
Bagaimana menurut Anda? Semoga bermanfaat dan sukses berkah selalu. Aamiin.
Arda Dinata,

Penulis, Peneliti dan Pendiri Majelis Inspirasi Alquran & Realitas Alam (MIQRA) Indonesia, 
  WWW.ARDADINATA.COM

admin

www.ArdaDinata.com adalah blog catatan dari seorang penulis merdeka, Arda Dinata yang dikelola secara profesional oleh Arda Publishing House.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!