Lorong Cahaya Pikiran Manusia - www.ArdaDinata.com
Catatan Harian

Lorong Cahaya Pikiran Manusia

<<< ♡♡♡ >>>
“Lorong cahaya nampak menyinari kegelapan ruangan yang tak biasa, membuat terang seisi istana yang kusinggahi dengan penuh istimewa. Aliran inspirasi pun lahir menyinari ilalang pikiran yang tumbuh begitu liar. Hanya rasa syukurlah yang membuat dunia ini tambah nikmat dalam bahagia. Dan kebahagiaan itu begitu setia mempesona seisi jalan dan lorong ikatan hati yang tak pernah putus.”
| Arda Dinata | PND, 041217 |
IG : @arda.dinata 
http://www.ardadinata.com/ 
#
Manusia adalah mahluk berpikir. Berpikirlah yang melahirkan aneka jalan keluar terhadap kegelapan yang hadir dalam hidup kita. Tidak ada kegelapan yang hadir begitu saja. Apa yang hadir mendampingi kehidupan ini semata-mata karena perilaku diri kita sendiri. Walaupun mungkin wasilahnya terjadi lewat orang lain.
Jadi, segera sadar terhadap apa-apa yang meninpa diri ini. Lakukan segera perbaikan diri agar tidak kegelapan itu tidak berkepanjangan. Tugas kita hanya sempurnakan ikhtiar dan terus perbaiki diri. Langkah inilah yang membuat hidup kita menjadi seimbang dan penuh hikmah yang mendewasakan kualitas hidup kita. 
Untuk itu, jangan bangga dengan lorong cahaya yang sedang menyinari hidup ini, sehingga diri kita tidak silau dengan cahaya kesombongan. Dan juga jangan gundah gulana tidak berkesudahan dengan cahaya kegelapan yang sedang menghiasi hidup kita. Sebab satu lorong kegelapan itu sesungguhnya diapit oleh dua lorong cahaya yang siap menyinari hidup kita ke depan. Syaratnya lakukan introspeksi diri sendiri dan perbaiki langkah hidup kita menjadi menuju kebaikan dengan kualitas kerja yang lebih baik lagi. 
Dan tidak lupa kita senantiasa berdoa untuk kebaikan langkah selanjutnya. Sebab hanya Allah lah sebaik-baiknya penolong manusia. Mari kita berdoa selalu agar langkah-langkah kita berada pada lorong-lorong cahya-Nya. Aamiiin.
Salam…
| Arda Dinata | PND, 041217 |
IG : @arda.dinata 
http://www.ardadinata.com/ 

admin

www.ArdaDinata.com adalah blog catatan dari seorang penulis merdeka, Arda Dinata yang dikelola secara profesional oleh Arda Publishing House.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!