MotivasiRenungan Hikmah

Manusia Itu Pencari Kebenaran

“Manusia itu mahluk berpikir. Agama sumber berpikir dan amaliah bagi manusia. Lewat berpikir hidup manusia lebih terarah. Kunci agar hidup lebih terarah harus dibekali dengan ilmu, seni dan agama.” ~Arda Dinata~

Sesuatu di alam ini tercipta menurut ukuran dan aturan-aturan tertentu secara rapih. Yakni, diberinya perlengkapan-perlengkapan dan persiapan-persiapan sesuai dengan naluri, sifat-sifat dan fungsinya masing-masing dalam hidup.

Konsep tersebut menjadikan sikap mahluk ciptaan-Nya memiliki ciri khas masing-masing. Manusia adalah diantara mahluk ciptaannya itu dan tentunya mempunyai ciri-ciri khas tersendiri.

http://www.ardadinata.com/2015/07/manusia-itu-pencari-kebenaran.html

Menurut Dr. Paryana Suryadipura, pada manusia itu terdapat insting yang tidak terdapat pada mahluk yang lainnya. Oleh karena itu, merupakan satu-satunya sifat manusia yang membedakan dengan makhluk yang lain adalah insting keagamaan.

Lebih lanjut, Paryana mengumpamakan, apabila manusia mempunyai seratus insting maka sembilan puluh sembilan diantaranya sama dengan insting yang ada pada hewan. Ini berarti, kalau manusia tidak beragama samalah dengan hewan.

Allah menceritakan dalam Alquran bahwa manusia yang tidak beragama, ingkar kepadaNya adalah seperti binantang. “…. Dan orang-orang yang kafir itu bersenang-senang (di dunia) dan mereka makan seperti makannya binatang-binatang. Dan neraka adalah tempat tinggal mereka.” (QS. Muhammad:12).

Bagi manusia yang di dunianya hidup dalam kekafiran. Dimana dalam ayat di atas, diibaratkan makannya seperti binatang. Ia tidak melihat halal haram, baik buruk terhadap kesehatan jasmani dan rohani, serta tidak tahu dengan jalan apa makanan itu diperolehnya.

Yang jelas perilakunya, setiap makanan yang ada di depanya selalu dilahapnya. Mereka ini tidak memperhatikan dan memikirkan, apakah Allah itu ridho atau tidak. Mereka hanya mencari kesenangan dunia semata. Golongan seperti ini, maka bersiap-siaplah untuk tinggal di neraka jahanam kelak.

BACA JUGA:  Membukukan Nyanyian Rindu Kesehatan

“Sesungguhnya binatang (mahluk) yang paling buruk di sisi Allah ialah orang-orang kafir, karena mereka itu tidak beriman.” (QS. Al-Anfal: 55). Ayat ini menggambarkan bahwa manusia yang tidak beragama Allah, adalah sejelek-jelek dan sejahat-jahat mahluk yang melata di muka bumi ini. Secara demikian, cuku jelas bahwa ciri khas manusia ialah beragama. Apabila manusia tidak beragama, maka derajatnya akan sama dan bahkan menurut Allah akan lebih rendah lagi dari hewan.

Untuk menghindari hal itu, maka hidup kita harus dibekali dengan ilmu, seni dan agama (Islam). Dengan ilmu, hidup manusia akan menjadi mudah. Walaupun manusia tidak punya sayap, tetapi karena ilmu ia bisa terbang lebih tinggi dari seekor burung.

admin

www.ArdaDinata.com adalah blog catatan dari seorang penulis merdeka, Arda Dinata yang dikelola secara profesional oleh Arda Publishing House.

Tinggalkan Balasan

A Group Member of:
Toko SosmedToko SosmedToko SosmedWWW.ARDADINATA.COMWWW.ARDADINATA.COMInSanitarianMIQRA INDONESIA


error: Content is protected !!