Inspirasi

Orang Biasa yang Luar Biasa

Biasa diartikan sebagai sediakala (yang sudah-sudah, tidak menyalahi adat, tidak aneh). Orang biasa berarti orang kebanyakan. Dialah manusia yang berperilaku ‘apa adanya’ sesuai dengan tuntutan-Nya dan Rasulnya.

Oleh: Arda Dinata

Orang biasa merupakan orang yang tidak mempersulit dirinya sendiri. Yakni dengan tidak mempergunakan seribu (bahasa) topeng semata-mata dalam hidupnya. Dan percayalah, sesungguhnya orang yang memperbudak dirinya –dengan topeng kehidupan–, maka ia akan diselimuti ketidak puasan hati, ketidak tentraman, kebingungan, ketakutan, dan kesunyian.

Namun, keberadaan topeng dalam kehidupan ini tentu masih ‘diperlukan’ bagi orang kebanyakan (baca: orang biasa). Baginya, topeng adalah hanya sebagai sarana untuk menjalankan perintah-Nya dan selalu mendekatkan diri, lagi tidak mempersekutukan-Nya. Singkatnya, ia tidak terpedaya oleh topeng yang digunakannya. Apalagi sampai enggan untuk menanggalkannya. Yang akhirnya, dapat menjauhkan dari predikat jadi orang biasa, karena kepura-puraan (topeng) itu telah memperdayanya. Naudzubillah min dzalik.

Betapa enaknya, jadi orang biasa. Pribadinya akan terasa senang (pada perasaan lidah, badan dan atau hati); sedap; nyaman dalam setiap menjalankan misi kehidupan di dunia yang fana ini. Dalam hal ini, Allah SWT menjelaskan bahwa Nabi Muhammad saw sendiri adalah manusia biasa. Katakanlah: “Bahwasannya aku hanyalah seorang manusia seperti kamu, diwahyukan kepadaku bahwasannya Tuhan kamu adalah Tuhan Yang Maha Esa, maka tetaplah pada jalan yang lurus menuju kepada-Nya dan mohonlah ampun kepada-Nya. Dan kecelakaan yang besarlah bagi orang-orang yang mempersekutukan-(Nya), ….” (QS. Fushshilat: 6-8).

Orang Berilmu

Orang berilmu berarti orang yang banyak ilmunya; berpengetahuan; pandai. Dengan ilmu, seseorang akan diberi cahaya dalam hidupnya. Ilmu laksana obor dalam kegelapan. Di sinilah, pentingnya ilmu dalam hidup manusia. Sehingga, pantas saja Rasulullah saw bersabda, “Menuntut ilmu itu wajib atas setiap Muslim laki-laki dan perempuan.”

BACA JUGA:  Kunjungan Wisata Ilmiah dari Mahasiswa STIKes Jenderal Ahmad Yani Cimahi

Perilaku biasa ala orang berilmu, tentu akan berbeda dengan orang yang tak berilmu. Allah berfirman, “Niscaya Allah akan meninggikan orang-orang beriman diantara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.” (QS. Al-Mujadillah: 11),

Imam Al Ghazali dalam Mukhtasar Ihya’ Ulumuddin, mengungkapkan bahwa derajat itu tergantung pada dekat dan jauhnya ilmu itu dari akherat (baca: ilmu agama Islam-Pen). Sebagaimana ilmu-ilmu syar’iyah mengungguli ilmu-ilmu lainnya, ilmu yang berkaitan dengan hakikat hukum-hukum syar’iyah mengungguli ilmu yang berkaitan dengan hukum-hukum dhahir. Orang yang faqih memutuskan berdasarkan dhahirnya, apakah hukumnya sah atau tidak, dan dibalik itu terdapat ilmu untuk mengetahui apakah ibadah diterima atau ditolak. Inilah perilaku biasa ala orang yang berilmu (ilmu-ilmu kesufian).

admin

www.ArdaDinata.com adalah blog catatan dari seorang penulis merdeka, Arda Dinata yang dikelola secara profesional oleh Arda Publishing House.

Tinggalkan Balasan

A Group Member of:
Toko SosmedToko SosmedToko SosmedWWW.ARDADINATA.COMWWW.ARDADINATA.COMInSanitarianMIQRA INDONESIA


error: Content is protected !!