4 Langkah Penting Agar Hutan Bebas Emisi - www.ArdaDinata.com
Kesehatan Lingkungan

4 Langkah Penting Agar Hutan Bebas Emisi

4 Langkah penting agar hutan bebas emisi. Artikel ini memberi informasi tentang bagaimana agar hutan itu bebas emisi yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini.

 
“Komponen sektor kehutanan dan lahan sebenarnya juga dapat dimanfaatkan menjadi sumber penyerapan karbon. Caranya melalui regenerasi hutan sekunder (hutan alam yang tak utuh), pengembangan hutan tanaman industri, pengembangan tanaman perennial (tanaman tahunan seperti kelor, pepaya), serta penanaman hutan tanpa rotasi.”
 
4 langkah penting agar upaya hutan bebas emisi pada 2030 tak cuma sekadar target

Oleh: Mahawan Karuniasa, Universitas Indonesia

Pekan lalu, Indonesia bersama lebih dari 100 pemimpin negara menyepakati Leaders Declaration on Forests and Land Use. Salah satu komitmen Indonesia dalam deklarasi ini adalah mencapai net-sink emission atau sektor kehutanan dan pengunaan lahan (Forestry and Land Use/FOLU) yang bebas emisi pada 2030.

Deklarasi Indonesia sejalan dengan rencana pemerintah dalam strategi jangka panjang rendah karbon dan ketahanan iklim (Long Term Strategi for Low Carbon and Climate Resilience 2050/LTS-LCCR). Target tersebut diharapkan dapat berkontribusi untuk meredam laju kenaikan suhu bumi di angka 2 derajat Celcius pada 2050.

Berdasarkan dokumen tersebut, strategi pemenuhan target net Sink FOLU ditempuh melalui upaya pencegahan pelepasan karbon yang secara signifikan menyumbang emisi. Di antaranya adalah dekomposisi gambut (penguraian komponen organik), kebakaran gambut, serta deforestasi.

Komponen sektor kehutanan dan lahan sebenarnya juga dapat dimanfaatkan menjadi sumber penyerapan karbon. Caranya melalui regenerasi hutan sekunder (hutan alam yang tak utuh), pengembangan hutan tanaman industri, pengembangan tanaman perennial (tanaman tahunan seperti kelor, pepaya), serta penanaman hutan tanpa rotasi.

 

Setidaknya ada empat langkah yang perlu dilakukan secara konsisten oleh pemerintah Indonesia agar pengurangan emisi sektor FOLU sesuai target.

BACA JUGA:  5 Cara Melimpahkan Kebahagiaan dan Keriangan Hidup

1. Restorasi lahan gambut

4 Langkah penting agar hutan bebas emisi. Artikel ini memberi informasi tentang bagaimana agar hutan itu bebas emisi yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini.

Guna menekan emisi dari proses dekomposisi dan kebakaran gambut ke titik nol, perlindungan dan pengelolaan ekosistem gambut sangat strategis.

Sebab, angka emisi dari dekomposisi dan kebakaran gambut mencapai 50% dari total emisi kehutanan dan pertanian.

Dua hal tersebut dapat tercapai melalui restorasi lahan gambut minimum seluas 2,7 juta hektar pada tahun 2030.

Upaya restorasi perlu dilakukan terintegrasi dengan perencanaan keseluruhan ekosistem gambut melalui Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Ekosistem Gambut (RPPEG).

Melalui rencana tersebut, upaya pemanfaatan, pengendalian, pemeliharaan, dan pengawasan ekosistem gambut dapat disusun secara komprehensif. Penyusunan dan pelaksanaan dokumen tersebut harus dilakukan secara terintegrasi dari pemerintah daerah ke pemerintah pusat.

2. Menekan angka deforestasi di konsesi swasta

4 Langkah penting agar hutan bebas emisi. Artikel ini memberi informasi tentang bagaimana agar hutan itu bebas emisi yang sangat dibutuhkan masyarakat saat ini.

Komponen sumber emisi kedua adalah deforestasi. Dalam strategi jangka panjang sektor kehutanan, Indonesia menargetkan pencegahan lebih dari 3 juta hektar hutan dari deforestasi pada tahun 2030.

Target ini dapat dicapai jika Indonesia terus konsisten menekan angka deforestasi. Tren deforestasi yang menurun 75% selama 2019-2020 harus dilanjutkan pada tahun-tahun berikutnya.

Nah, peran swasta dalam mencegah deforestasi amat besar. Sebab, sekitar 9,8 juta hektar hutan alam Indonesia berada di dalam konsesi perusahaan dan kawasan Areal Penggunaan Lain (APL) yang dikelola pemerintah daerah.

Implementasi prinsip pengelolaan hutan lestari menjadi isu penting yang harus dilaksanakan pemegang konsesi dari sektor perkebunan, pertanian, maupun hutan tanaman industri (HTI) seperti tanaman akasia. Pengusaha sektor HTI, misalnya, harus memastikan angka penebangan setiap tahunnya tidak melampaui tingkat pertumbuhan alami hutan tersebut.

BACA JUGA:  Mari Jaga Kesehatan Pikiran Kita Atas Covid 19

3. Restorasi hutan sekunder

admin

www.ArdaDinata.com adalah blog catatan dari seorang penulis merdeka, Arda Dinata yang dikelola secara profesional oleh Arda Publishing House.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!