Inspirasi

Golongan dan Kualifikasi Manusia

SALAH satu rahasia yang bisa direngkuh oleh seseorang apabila ia melaksanakan ibadah puasa (terutama di bulan Ramadhan), menurut Dr Yusuf Qardhawi adalah untuk menguatkan jiwa. Dalam hidup ini tak sedikit kerja manusia didominasi justru oleh hawa nafsunya. Oleh karena itu dalam Islam dianjurkan untuk mengendalikan hawa nafsu tersebut. Untuk itu, lewat ibadah puasa di bulan Ramadhan ini, jiwa seorang muslim akan dikuatkan-Nya.  

Oleh: Arda Dinata

Manusia yang berakal, tentu akan melatih dirinya untuk menundukkan hawa nafsu agar bisa selamat dimasa yang akan datang. Selain itu, orang berakal sadar betul bahwa orang yang menuruti hawa nafsu (syahwatnya) akan kecanduan dan tidak akan tentram ketika meninggalkan perbuatan tersebut, karena syahwat itu telah menjadi bagian hidupnya dan tidak pernah memberinya kepuasan. Di sinilah, kita harus mampu memenuhi hasrat nafsu secara proporsional.

Adapun akibat tatanan sikap manusia dalam memposisikan nafsu atas perilaku hidupnya di dunia, maka manusia dibedakan menjadi dua golongan.Pertama, golongan yang terkalahkan oleh nafsunya, sehingga setiap perilakunya dikendalikan nafsunya.

Kedua, golongan yang mampu mengekang bahkan mengalahkan nafsunya, maka tunduklah nafsu itu pada perintahnya. Para golongan yang telah sampai pada tingkat makrifatullah ada yang berkata: “Akibat dari perjalanan panjang seseorang yang meniti jalan menuju makrifat yaitu, jika dapat membuktikan dirinya telah mampu mengalahkan nafsu-nafsunya. Barangsiapa yang berhasil mengalahkan nafsu itu, maka beruntunglah ia, sebaliknya bagi yang terkalahkan oleh nafsunya, maka merugi dan hancurlah ia.”

Sedangkan Ibnul Qayyim Al-Jauziah dalam Thariqul Istiqamah (Meretas Jalan Istiqamah) mengungkapkan bahwa di dalam meniti fase-fase perjalanan menuju Allah, manusia terkualifikasi menjadi lima golongan. (1) Golongan Asy-Qiya’ (orang-orang yang sengsara), adalah siapa saja yang berjalan menuju lembah kesengsaraan. Mereka ini dimurkai oleh Allah, karena penolakannya terhadap kebenaran kitab-kitab-Nya, para utusan-Nya, senantiasa menghalang-halangi seseorang yang meniti jalan-Nya.

BACA JUGA:  Dimanakah Letak Taman Kebahagiaan Manusia?

(2) Golongan Zalimun (aniaya), ialah golongan orang yang apabila mengisi umurnya dengan melakukan kelalaian dan mengutamakan tuntunan nafsu daripada mencari ridha-Nya. Padahal mereka sendiri beriman kepada Allah, kitab-kitab-Nya, para Rasul, hari akhirat dan kiamat.

admin

www.ArdaDinata.com adalah blog catatan dari seorang penulis merdeka, Arda Dinata yang dikelola secara profesional oleh Arda Publishing House.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!