InspirasiMotivasi

Kebebasan Malaikat, Binatang, dan Manusia

Kebebasan malaikat, binatang, dan manusia. Itulah rangkaian inspirasi dalam memainkan peran sesuai dengan fungsinya masing-masing. Mari kita tempatkan sesuai fungsinya!

“Malaikat, binatang, dan manusia adalah makhluk ciptaan Allah. Ia memiliki peran dan fungsinya masing-masing dalam kehidupan ini. Tetapi, sebagai makhluk yang sempurna karena dilengkapi akal pikiran, manusia itu mampu mendapatkan pelajaran dan ilmu dari kehidupan yang diperlihatkan oleh malaikat, binatang, dan manusia itu sendiri.” (Arda Dinata).

Oleh: Arda Dinata

Ilmu membuat manusia menjadi tahu. Dengan ilmu pengetahuan akan menjadi sumber yang memudahkan manusia dalam mencapai cita-citanya. Dialah ilmu yang harus terus digali dalam kehidupan setiap orang, bila dirinya ingin mencapai kesuksesan. Orang yang memiliki pengetahuan (orang berilmu) dan tidak berpengetahuan (orang bodoh), tentu berbeda. Baik secara pola pikir maupun sikap hidup dalam menghadapi suatu persoalan hidup (masalah).

Ada ungkapan dari Jalaluddin Rumi, yang pas banget menggambarkan kondisi orang berilmu dan orang bodoh tersebut. “Malaikat bebas karena pengetahuannya, binatang bebas karena kebodohannya. Di antara keduanya manusia yang tetap berjuang,” demikian ungkap Jalaluddin Rumi dalam sebuah sabda cintanya.

Bila kita kaji, malaikat itu tidak lain merupakan makhluk yang diciptakan Allah, tidak makan dan minum, termasuk juga tidak mempunyai nafsu seperti manusia. Keberadaan malaikat ini, kodratinya merupakan makhluk yang selalu taat kepada Allah. Ia tidak pernah membangkang kepada-Nya. Atas dasar itulah, malaikat memiliki peran untuk melindungi dan membimbing manusia, serta melaksanakan tugas-tugas Allah.

Secara demikian, malaikat itu mampu menjalani kehidupan kontemplatif, tetapi bukan kehidupan aktif. Dalam bahasa yang indah dan filosofis, Jalaluddin Rumi menyebutnya dengan kalimat, “Malaikat bebas karena pengetahuannya.” Artinya, dengan ilmu pengetahuan yang luas dimiliki malaikat, maka dirinya bebas melakukan apa pun dalam menjalankan misinya tersebut. Kebebasan yang dimiliki malaikat itu akan ada solusi dan jalan keluarnya. Tidak ada salah-benar terhadap apa yang dilakukannya.

BACA JUGA:  Membuka Pintu Kebiasaan

Sementara itu, seekor hewan (binatang) memiliki kehidupan yang aktif tetapi tidak tersedia. Akibatnya, jiwa mereka dapat rusak oleh perbuatannya sendiri. Artinya, kehidupan hewan itu betul-betul bebas karena kebodohannya. Tidak memiliki pilihan dalam melakukan peran kehidupannya. Ia, hanya mengandalkan insting kehewanannya. “Binatang bebas karena kebodohannya,” demikian kata Jalaluddin Rumi.

Oleh karena itu, sejatinya hewan itu dapat menjadi lebih baik bila dibimbing oleh manusia atau kondisi alamnya. Naluri kehewanannya akan merespon dengan baik sesuai informasi yang diterimanya selama ini. Sehingga banyak hewan atau binatang yang setelah dilatih oleh manusia, keberadaannya dapat dimanfaatkan untuk keperluan dan sejalan dengan kepentingan manusia.

Arda Dinata

*Arda Dinata, adalah Pendiri Majelis Inspirasi Al-Quran dan Realitas Alam (MIQRA) Indonesia dan kolomnis tetap di Sanitarian Indonesia (http://insanitarian.com). Aktivitas hariannya sebagai peneliti, sanitarian, dan penanggungjawab Laboratorium Kesehatan Lingkungan, tinggal di Pangandaran.

2 komentar pada “Kebebasan Malaikat, Binatang, dan Manusia

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!