Inspirasi

Kesempitan Menjadi Keleluasaan

“Barang siapa yang selalu beristighfar, maka Allah akan menjadikan keluh kesah sebagai kegembiraan, kesempitan menjadi keleluasaan.” (HR. Ahmad dan Abu Daud).

Oleh: Arda Dinata

Pada tanggal 14 Agustus 2007, jam 21:48, saya menerima pesan pendek (SMS) dari seseorang yang belum pernah ketemu wajah. Namun, SMS itu baru saya ketahui dan dibaca setelah shalat subuh pagi harinya. Isi SMS itu adalah:

“Saya Hamzah, saya mau tanya Pak.Apa yang harus kita lakukan ketika menghadapi masalah berat, tapi kita ragu dan takut untuk menghadapinya karena merasa tidak mampu untuk menyelesaikan masalah itu?”

Begitulah isi SMS-nya kurang lebih. Tadinya, saya langsung ingin menjawab lewat SMS lagi, tapi saya berpikir kayanya jawabannya tidak akan maksimal, apalagi harus pijit-pijit huruf lewat HP kayanya lama sekali dan butuh beberapa SMS. Makanya, saya memutuskan untuk memberi saran atas pertanyaan tersebut lewat tulisan ini. Semoga saudara Hamzah dapat berkenan dan teman-teman yang suka baca blog-ku, juga dapat mengambil manfaatnya. Amin….

* * *
TIAP manusia, saya yakin tidak bisa terlepas dari masalah dalam hidupnya. Begitu pun yang saat ini lagi dirasakan oleh saudara Hamzah. Pertanyaanya, apa yang meski kita lakukan ketika menghadapi masalah (berat) dalam hidup ini?

Dalam kaca mata Hasan Al-Bashri, masalah itu dipetakan dalam tiga kelompok besar, yaitu: masalah lingkungan hidup, masalah sarana atau kebutuhan hidup, dan masalah teman hidup.

Masalah lingkungan hidup ini, bisa menyangkut tentang masalah kekeringan, kesulitan air bersih, banjir, bencana alam, dan lainnya. Adapun yang menyangkut masalah sarana atau kebutuhan hidup itu biasanya terkait dengan kesulitan mendapatkan penghasilan dan masalah kemiskinan dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, menyangkut masalah teman hidup, tidak lain adalah seputar problematika dan romantika dalam usaha mendapatkan pasangan hidup yang halal dan kita perlukan dalam hidup bermasyarakat.

BACA JUGA:  Budaya, Banjir, dan Trisakti Manusia

Untuk itu, dalam kehidupan ini seharusnya kita tidak usah takut dan ragu dalam menyikapi suatu masalah. Dan sebaliknya, kita pun tidak boleh meyepelekan suatu masalah yang kita hadapi, sekecil apa pun masalah itu. Pokoknya, bersikaplah secara proposional dan bijaksana.

Di sini, kuncinya kita harus berusaha berfikir secara menyeluruh dan terbuka. Artinya, sesungguhnya masalah itu muncul kepermukaan, pasti sadar ataupun tidak sadar ada pemicunya. Ada sebab musababnya, ada aksi ada reaksi. Dan dari kesadaran inilah, makanya kita harus mencari jalan keluar (jawabannya) dan menyelesaikan masalah tersebut. Bukannya sebaliknya, kita menyerah begitu saja tanpa ada usaha yang berarti. Ingat janji Allah, inna ma’al ‘usri yusran, sesungguhnya di balik kesulitan itu ada kemudahan.

Kiat Menghadapi Masalah

Kalau kita mau jujur, sesungguhnya masalah atau kesusahan itu diapit oleh dua kemudahan sebagai solusinya. Dan di sini, kuncinya tergantung dari sikap kita dalam menyikapi masalah tersebut. Bukankah, Allah itu menimpakan suatu masalah pada umatnya, hal itu sesuai dengan kemampuan umat yang bersangkutan?

Berikut ini ada beberapa kiat yang dapat dilakukan dalam menghadapi suatu masalah dalam hidup manusia, yaitu:

1. Memetakan Masalah

Langkah pertama yang dapat Anda lakukan agar dapat keluar dari suatu masalah adalah dengan melakukan pemetaan terhadap segala masalah yang kita hadapi. Dengan melakukan pemetaan masalah tersebut, maka kita dapat mengetahui: masalah-masalah apa saja yang sedang kita hadapi, derajat ringan-beratnya dari masalah, apakah masalah itu bersifat pribadi atau umum dirasakan oleh orang banyak, dan lainnya?

Dengan terpetakannya masalah yang kita hadapi, tentu sedikit banyak secara psikologis telah mengurangi beban masalah itu sendiri. Sebab, adakalanya masalah itu muncul dari suatu masalah sebelumnya yang tidak terselesaikan. Untuk itu, segera lakukan pemetaan masalah yang Anda hadapi dalam hidup ini.

admin

www.ArdaDinata.com adalah blog catatan dari seorang penulis merdeka, Arda Dinata yang dikelola secara profesional oleh Arda Publishing House.

Tinggalkan Balasan

error: Content is protected !!