Inspirasi

Selamat Jalan Ibu (Menkesku) Endang Rahayu Sedyaningsih

I.

Innalillahi wa inna ilaihi roji’un,

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Menteri Kesehatan Non Aktif Endang Rahayu Sedyaningsih meninggal dunia.

Endang Rahayu menghembuskan nafas terakhirnya, Rabu (2/5) siang, sekitar pukul 11.41 WIB di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo.

Kesehatan Endang Rahayu memang terus menurun sejak tadi malam.

Sebelumnya, pada (26/4), Endang Rahayu menyampaikan pengunduran dirinya kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang saat itu menjenguknya.

II.

Berdamai dengan kanker

 “Saya sendiri belum bisa disebut sebagai survivor kanker. Diagnose kanker paru stadium 4 baru ditegakkan 5 bulan yang lalu. Dan sampai kata sambutan ini saya tulis, saya masih berjuang untuk mengatasinya. Tetapis saya tidak bertanya “Why me ??”. Saya menganggap ini adalah salah satu anugerah dari Allah SWT. Sudah begitu banyak anugerah yang saya terima dalam hidup ini : hidup di negara yang indah, tidak dalam peperangan, diberi keluarga besar yang pandai-pandai, dengan sosial ekonomi lumayan, dianugerahi suami yang sangat sabar dan baik hati, dengan 2 putera dan 1 puteri yang alhamdulillah sehat, cerdas dan berbakti kepada orang tua. Hidup saya penuh dengan kebahagiaan. ” So …. Why not? ” Mengapa tidak, Tuhan menganugerahi saya kenker paru ? Tuhan pasti mempunyai rencanaNya, yang belum saya ketahui, tetapi saya merasa SIAP untuk menjalankannya. Insya Allah. Setidaknya saya menjalani sendiri penderitaan yang dialami pasien kanker, sehingga bisa memperjuangkan program pengendalian kanker dengan lebih baik.

 Bagi rekan-rekanku sesama penderita kanker dan para survivor, mari kita berbaik sangka kepada Allah. Kita terima semua anugerahNya dengan bersyukur. Sungguh, lamanya hidup tidaklah sepenting kualitas hidup itu sendiri. Mari lakukan sebaik-baiknya apa yang bisa kita lakukan hari ini. Kita lakukan dengan sepenuh hati. Dan …. jangan lupa, nyatakan perasaan kita kepada orang-orang yang kita sayangi. Bersyukurlah, kita masih diberi kesempatan untuk itu. “

BACA JUGA:  Mereformasi Hati Nurani Menuju Ilahi

 Demikian penggalan kata sambutan Menteri Kesehatan RI dr Endang Rahayu Sedyaningsih, MPH, Dr.PH bertanggal 13 April 2011, yang ditulisnya menyambut penerbitan buku ” Berdamai dengan Kanker “.

Sumber: jaringan@litbang.depkes.go.id

III.

Dari Temenku:

Semalaman sy membongkar-bongkar setumpuk dokumen tentang ibu Menkes, mulai dari tulisan beliau di majalah Sarinah.  Kartini, thesis beliau ttg Kramat Tunggak, artikel2 kesehatan utk anak yg beliau tulis secara rutin di majalah ananda era tahun 80-an, penulis tetap di majalah perkawinan.    Dan tulisan yg paling menarik adl Biografi beliau yg ditulis oleh Isye Soentoro ” Selendang Panjang Bu Menkes” diterbitkan oleh PT. Kibas Elok, tahun 2010.

Sy begitu terkesima ternyata beliau adalah penulis ulung dan telah lama mengabdikan ilmunya jauh hari sebelum menjadi Menkes. Beliau lebih dikenal lewat tulisannya mulai dari anak2 sampai dgn org dewasa. Tulisan beliau bagai “pelangi” komprehensif mencakup berbagai sisi dlm Kesehatan Masyarakat.   Siapapun tak akan bisa membantahnya.

Sy kutip pernyataan Julio Frenk (Harvard Medical School/Mantan Menkes Meksiko) yg ditulis oleh Panji dan Isye, 2010; ” Jarang sekali posisi Menkes diisi oleh org yg tepat (berlatar belakang Kesmas). Dan yg kita harapkan dari ibu Endang adl Kepemimpinan di bidang kesehatan, utk membawa isu kesehatan sbg isu sentral dlm   pembangunan nasional. Dgn latar belakang penelitiannya kita pun bisa berharap Ibu Menkes yg baru utk memperbaiki KUALITAS DATA KESEHATAN YG ADA SBG DASAR PENGAMBILAN KEBIJAKAN. Terlalu naif kalau kita berharap perubahan yg besar akan terjadi dlm 5 tahun kedepan, tapi cukup fair kalau kita berharap ibu Endang bisa meletakkan dasar yg kuat utk pembangunan kesehatan Indonesia jauh lebih lama dari 5 tahu kedepan.”

BACA JUGA:  Senyum Membelai Jiwa

Sekarang, Ibu Endang telah melakukannya, semua kebijakan back to basic, hrs “evidance base”. Ibu telah memulainya dgn terarah dan santun. Namun YMK berkehendak lain, dlm waktu singkat hanya 2,5 thn memimpin Kementerian Kesehatan ibu dipanggil menghadapNya. Ya…Allah, engkaulah penentu segalanya, semua kami akan kembali padaMu…selamat jalan ibunda kami tercinta “Ibu Menteri Kesehatan Republik Indonesia”, Allah SWT akan memberi seluas-luasnya jalan, seterang-terangnya cahaya dan keindahan Surga kepadamu ibu…amin.

Dari yg berduka,

Fahmi dan Keluarga besar Loka Biomedis Aceh

Sumber: jaringan@litbang.depkes.go.id

IV.

Pesan Endang Rahayu untuk Putranya

“Mama menulis, jangan menangis, jangan sedih, serahkan semua kepada Allah.”

VIVAnews – Putra kedua Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih, Awandha Raspatih Mamahit, mengaku masih sempat berkomunikasi dengan ibundanya beberapa jam sebelum wanita 57 tahun ini meninggal.

Awandha mengatakan, komunikasi terakhirnya dengan Endang dilakukan pada Selasa jam 2 dini hari. Endang meninggal pukul 11.41, pada Rabu. Walaupun kuliah di Jenewa, Swiss, namun lelaki 27 tahun ini mengaku intens komunikasi dengan ibunya melalui Skype.

Seminggu terakhir, Awandha mengatakan ibunya sudah tidak bisa melihat, namun bisa mendengar dan tangannya masih bisa bergerak. Mahasiswa manajemen ekonomi Universitas Webster, Jenewa, ini mengaku sempat meminta maaf pada ibunya melalui chat.

“Mama menulis, jangan menangis, jangan sedih, serahkan semua kepada Allah, mungkin ini adalah pilihan beliau,” kata Awandha.

Dia mengaku mendapatkan pelajaran berharga dari sosok keibuan Endang. Menurutnya, ibunya adalah orang yang kuat dan mandiri, serta menjunjung tinggi pendidikan. “Saya banyak belajar dari beliau. (Salah satunya adalah) Jangan pernah berhenti untuk menantang keberanian,” kata Awandha.

Sampai saat ini Awandha mengaku belum tahu apa pemicu kanker paru-paru yang diderita ibunya. Dideteksi pada 2010 silam, Awandha mengatakan orangtuanya mencoba untuk membuat anak-anaknya tenang. “Secara fisik beliau sehat walafiat, namun dibelakang dia fight. Selama 1,5 tahun berjuang melawan kanker,” kata Awandha.

BACA JUGA:  Bagaimana Dosa Kecil Bisa Menjerumuskan?

V.

Profil Endang Rahayu Sedyaningsih

admin

www.ArdaDinata.com adalah blog catatan dari seorang penulis merdeka, Arda Dinata yang dikelola secara profesional oleh Arda Publishing House.

Tinggalkan Balasan

A Group Member of:
Toko SosmedToko SosmedToko SosmedWWW.ARDADINATA.COMWWW.ARDADINATA.COMInSanitarianMIQRA INDONESIA


error: Content is protected !!