Arda Dinata

Referensi Menggapai Perkawinan Berkah (3)

“Jadikalah, setiap keterpurukan sekecil apapun dalam kehidupan pernikahan itu sebagai referensi yang dapat membangkitkan ikatan perkawinan yang kokoh.” (Arda Dinata) Oleh: Arda Dinata Referensi perkawinan Keberkahan itu, tentu tidak datang dengan sendirinya. Ia perlu dibangun dan diraih dengan kerja keras dan kerja cerdas. Di sini, agar keberkahan perkawinan dapat diraih pasangan suami istri, maka hemat…

Read More
Arda Dinata

Referensi Menggapai Perkawinan Berkah (2)

“Keberadaan nasihat itu, mungkin akan terasa sakit pada awalnya, namun akan menjadi nikmat menyehatkan diakhirnya.” (Arda Dinata). Oleh: Arda Dinata Referensi perkawinan Keberkahan itu, tentu tidak datang dengan sendirinya. Ia perlu dibangun dan diraih dengan kerja keras dan kerja cerdas. Di sini, agar keberkahan perkawinan dapat diraih pasangan suami istri, maka hemat penulis paling tidak…

Read More
Arda Dinata

Referensi Menggapai Perkawinan Berkah (1)

“Keberkahan itu, tentu tidak datang dengan sendirinya. Ia perlu dibangun dan diraih dengan kerja keras dan kerja cerdas.” (Arda Dinata). Oleh: Arda Dinata BERKAH itu berkat dan nikmat yang harus kita raih. Begitupun dalam membina ikatan perkawinan, tiap pasangan suami istri harus membangun perkawinan berkah agar berujung kebahagiaan yang hakiki. Perkawinan berkah berarti perkawinan yang…

Read More
Arda Dinata

Pintu-Pintu Menjadi Keluarga Rasulullah (Bagian 3)

“Tidak semua orang berhasil membangun rumah tangga sejahtera dan bahagia. Tapi, Nabi Saw telah berhasil membangun rumah tangga bahagia itu dengan istrinya. Sikap Rasul terhadap istrinya tercermin dalam ungkapannya bahwa sempurna-sempurnanya iman seseorang mu’min ialah yang paling baik akhlaknya, dan sebaik-baiknya kamu adalah yang paling baik terhadap istrinya.” Oleh: Arda Dinata Memang, Rasulullah itu meletakkan…

Read More
Arda Dinata

Pintu-Pintu Menjadi Keluarga Rasulullah (Bagian 2)

“Jika kita melihat dan membaca sejarah dari bekas-bekas pertempuran yang ada di sekitar kota Madinah, maka dapat tersimpulkan kalau Nabi Saw dalam berperang lebih banyak bersikap defensif (mempertahankan) daripada offensif (menyerang).” Oleh: Arda Dinata Memang, Rasulullah itu meletakkan pribadinya kepada akhlak Alquran. “Sesungguhnya aku (Muhammad) diutus untuk menyempurnakan akhlak.” (HR. Al-Hakim dan Baihaqi). Jadi, Nabi…

Read More
error: Content is protected !!