Arda Dinata

Membina Pribadi Sukses

Membina Pribadi Sukses Dalam pandangan Islam, bahwa ‘manusia’ itu yang menjadi pokok utama. Pribadi merupakan faktor konstitusi moral dan bertanggung jawab atasnya. Faktor pribadi juga adalah menjadi titik tolak pendidikan diri sendiri. Dan bertujuan kembali kepada pribadi pula. Dengan kata lain, mengenal dan mendidik pribadi sendiri artinya mengawali kesadaran sebagai makhluk ciptaan, yang harus tahu…

Read More
Arda Dinata

Sinergikan Keragaman Agar Kebahagiaan Tidak Layu

“Kebahagiaan Anda tumbuh berkembang manakala Anda membantu orang lain. Namun, bilamana Anda tidak mencoba membantu sesama, kebahagiaan akan layu dan mengering. Kebahagiaan bagaikan sebuah tanaman, harus disirami setiap hari dengan sikap dan tindakan memberi.” (J. Donald Walters). Oleh: Arda Dinata DAPAT dipastikan setiap kita mengharapkan kebahagiaan dalam hidupnya. Sehingga pantas bila Syaikh Syarbashi pernah berkata,…

Read More
Arda Dinata

Selamatkan dan Lindungi Sumber Air!

SETIAP orang butuh air untuk keperluan minum, mandi, cuci, dan lainnya. Aktivitas penggunaan air tiap hari, kadang-kadang membuat kita lupa untuk menjaga kelestariannya. Baru terasa pentingnya melestarikan air, biasanya saat memasuki musim kemarau, banyak masyarakat seperti di daerah cekungan Bandung menjerit karena tidak kebagian air. Sumber airnya (sumur dan pompa tangan) yang biasanya penuh air, kini…

Read More

Sebelum Meninggalkan Kantor

IBARAThitungan hari dalam satu bulan. Ini adalah hari terakhirku di kantor sebelum berangkat mengikuti Riset Etnografi Kesehatan di Radakng (Rumah Panjang) Suku Dayak Desa Saham Kec. Sengah Temila Kab. Landak Prop. Kalimantan Barat.  Suasana di kantor sebelum berangkat ke Kalimantan Barat Hari ini tentu harus dinikmati dengan maksimal. Termasuk di rumah dan kantor. Sementara itu,…

Read More

Mengapa Manusia Sering Galau?

| Mengapa Manusia Sering Galau? |Ilmu yang kita ketahui lebih sedikit dari ilmu yang tidak kita ketahui. Itulah yang menyebabkan manusia sering kali dirundung kegalauan.Menurut Syaikh Abul Barra’, khawatir pada masa depan yang tidak pasti dan sedih dengan masa lalu, adalah tabiat manusia. Namun terkadang rasa khawatir dan sedih itu melampaui batas yang seharusnya sehingga…

Read More
error: Content is protected !!